Seorang Nenek Kecemplung Sumur Ketika Mengejar Ayam Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Mojokerto – Gara-gara mengejar ayamnya yang lepas, Tuminah (70) justru mengalami nasib naas. Warga Dusun Wonosari Desa Wonoploso Kecamatan Gondang Mojokerto itu kecemplung sumur berkedalaman lebih dari 2 meter.

Korban diduga tidak mengetahui jika ada sumur yang tidak terpakai dan tertutup semak belukar di pekarangan rumah milik warga bernama Wulyadi (43).

Kapolsek Gondang AK Shodiq AF mengatakan, Tuminah diketahui menghilang sejak Selasa (16/4/2013) sore. Saat itu dia baru saja membeli seekor ayam pada tetangganya. Saat dibawa pulang ayam tersebut lepas dan dikejar.

“Korban terperosok ke dalam sumur itu setelah mengejar ayamnya yang terlepas. Sejak saat itu korban tak diketahui keberadaannya,” kata Shodiq kepada detiksurabaya.com di lokasi, Rabu (17/4/2013).

Namun sore tadi Wulyadi melihat ada sesosok mayat perempuan yang masih mengenakan jarit tergeletak di dasar sumurnya. Wulyadi segera menghubungi pihak kepolisian. Setelah dicek, ternyata benar mayat itu bernama Tuminah.

Polisi yang dibantu warga segera melakukan evakuasi. Seorang relawan akhirnya nekat masuk ke sumur sangat dalam itu dengan tali tambang. Mayat Tuminah akhirnya berhasil dievakuasi meski sempat terjatuh beberapa kali.

“Dari hasil visum luar, korban dipastikan tewas sejak kemarin sore. Korban pingsan akibat terbentur dinding sumur dan kekurangan oksigen di dalamnya. Hal itu terbukti dengan kondisi tubuh yang sudah kaku,” pungkasnya.

Sebelumnya Tuminah (70) warga Dusun Wonosari Desa Wonoploso Kecamatan Gondang Mojokerto ditemukan tewas di dasar sumur, Rabu (17/4/2013) sore. Sebelum ditemukan tewas, Tuminah menghilang sejak kemarin.

(fat/fat)

Iklan

UN SMA Bermasalah, PT Ghalia Hanya Cetak Soal UN SMP di 1 Provinsi

Jakarta – PT Ghalia Indonesia Printing tak sanggup memenuhi cetak naskah Ujian Nasional (UN) SMA di 11 provinsi. Kini, PT Ghalia hanya diberi kesempatan mencetak naskah UN SMP di satu provinsi.

“PT Ghalia itu juga mengerjakan SMP, karena SMP, SMA, SMK itu satu paket. Untuk menghindari jangan sampai terjadi seperti SMA ini, maka kami ambil alih, dia tidak sepenuhnya mengerjakan SMP,” ujar Mendikbud M Nuh di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Oleh karena itu, lanjut Nuh, untuk mencetak naskah UN SMP, dibagi ketiga penyedia jasa lainnya. PT Ghalia hanya mencetak naskah UN SMP untuk satu provinsi saja.

“Yang lain kami berikan kepada penyedia jasa yang telah memenuhi persyaratan, yaitu yang pemenangnya, kan ada 6 pemenangnya, kami bagi ke yang lain-lain, karena hitung-hitungannya kalau diserahkan di dia,
sama lagi, nggak akan selesai,” paparnya.

Mengenai mekanismenya, Nuh menjelaskan dalam kondisi tertentu proyek percetakan itu bisa dialihkan kepada pemenang tender lainnya. Mekanisme itu sudah dikaji oleh inspektorat kemendikbud sehingga tidak akan menyalahi aturan.

“Jadi ini yang tidak boleh itu kalau disubkan, dan disubkannya itu bukan pada perusahaan yang sudah punya kewewenangan untuk mencetak, tapi ini kan disubkan pada perusahaan yang sama-sama punya kewenangan untuk mencetak, itu pemenang itu. jadi temprina, jaswindo, sama pura. itu lunas semua,” ungkapnya.

Nuh mengatakan tiga perusahan percetakan itu tidak akan terbebani dengan mencetak naskah UN SMP karena naskah SMA yang ditangani sudah selesai. Nuh juga yakin persiapan UN SMP lebih baik dari UN SMA.

(mpr/fdn)